Bagi para pencinta sepeda lipat atau yang akrab disapa Seli, efisiensi dan desain ringkas adalah segalanya. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa pada banyak tipe sepeda lipat, komponen dinamo atau motor penggerak justru lebih sering dipasang di roda depan dibandingkan roda belakang?

Meskipun secara teori semua jenis sepeda mulai dari MTB hingga sepeda lipat, bisa dipasangi dinamo di kedua sisi, ada alasan teknis khusus mengapa roda depan menjadi pilihan utama untuk penempatan dinamo atau motor penggerak. Mari kita bahas satu per satu.

1.    Penggunaan Sistem Internal Gear Hub (IGH)

Alasan paling umum datang dari system transmisi gigi sepeda. Banyak sepeda lipat kelas menengah hingga premium seperti Brompton, 3Sixty, Pikes,  menggunakan sistem Internal Gear Hub (IGH).

Sistem ini menempatkan mekanisme perpindahan gigi di dalam hub roda belakang. Karena ruang di bagian tengah roda belakang sudah terisi penuh oleh sistem transmisi ini, maka pemasangan dinamo di roda belakang menjadi tidak memungkinkan. Itulah sebabnya, jika sebuah sepeda sudah menggunakan internal gear, satu-satunya ruang yang tersedia untuk menempatkan dinamo adalah di roda depan.

2. Kendala Lebar Swing Arm

Selain masalah sistem gigi, ukuran fisik rangka sepeda lipat juga menjadi faktor penentu. Sepeda lipat didesain untuk menjadi secompact mungkin saat dilipat.

Berikut adalah tantangan teknis yang sering ditemui:

  • Lebar Minimal Dinamo: Standar ukuran lebar minimal untuk sebuah dinamo umumnya adalah 130 mm.
  • Kapasitas Rangka Seli: Kebanyakan sepeda lipat memiliki swing arm atau lebar rangka belakang yang lebih sempit dari 130 mm.
  • Ketidakcocokan Ruang: Karena jarak antar rangka belakang terlalu sempit, dinamo standar tidak dapat masuk atau terpasang dengan sempurna sehingga harus dimodifikasi sedikit tapi tidak perlu khawatir karena ini tidak merusak apapun.

Hal ini membuat sepeda tetap praktis digunakan sehari-hari tanpa mengorbankan fungsi utama sebagai sepeda lipat.

Kesimpulan

Penempatan dinamo di roda depan pada sepeda lipat bukanlah tanpa alasan. Hal ini merupakan solusi cerdas untuk mengatasi keterbatasan ruang pada rangka yang sempit serta menghindari bentrokan dengan sistem transmisi internal yang sering digunakan pada sepeda lipat populer. Dengan meletakkannya di depan, sepeda tetap berfungsi optimal tanpa mengorbankan kepraktisan saat dilipat.

Pada dasarnya, penempatan dinamo depan dan dinamo belakang hanya membedakan di karakteristiknya saja, untuk dinamo depan dia menarik dan dinamo belakang mendorong.

Apakah Anda berencana memasang dinamo pada sepeda lipat Anda? Jika Anda masih ragu mengenai kecocokan ukuran atau sistem kelistrikan pada sepeda Anda, tim Astrobike siap membantu memberikan analisis teknis dan solusi pemasangan yang paling aman untuk kendaraan Anda.