Kendaraan listrik memang dikenal memiliki komponen yang lebih sedikit dibandingkan kendaraan bensin. Tidak ada ganti oli mesin, tidak ada busi, dan tidak ada knalpot. Namun, anggapan bahwa kendaraan listrik tidak butuh perawatan sama sekali adalah keliru.
Baik sepeda listrik, motor listrik, maupun kendaraan listrik roda tiga tetap memiliki titik-titik rawan yang perlu diperhatikan. Memahami sumber masalah sejak awal akan membantu Anda mencegah kerusakan besar, memperpanjang umur komponen, dan menghindari mogok mendadak di jalan.
Berikut adalah rangkuman masalah yang paling sering dialami dan tips cara mengatasinya:
1. Daya Tahan Baterai
Baterai adalah komponen terpenting sekaligus paling sensitif. Masalah yang paling umum adalah penurunan kapasitas baterai atau baterai cepat habis.
- Penyebab: Penurunan kualitas sel baterai sering dipicu oleh siklus pengosongan daya hingga 0% (deep discharge) atau pengisian daya hingga 100% secara terus-menerus. Selain itu, paparan suhu panas yang ekstrem dapat mempercepat reaksi kimia internal yang merusak stabilitas sel.
- Tips: Usahakan tidak menggunakan baterai hingga levelnya mencapai 0%. Menguras habis baterai dapat mengurangi life cycle baterai secara signifikan. Setelah pemakaian (terutama perjalanan jauh di atas 3 km), diamkan baterai minimal 10-15 menit sebelum dihubungkan ke charger. Hal ini penting untuk mendinginkan suhu internal baterai yang panas.
2. Kerusakan Pada Controller
Controller berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai ke motor. Jika komponen ini bermasalah, kendaraan tidak akan bisa berjalan meskipun baterai penuh.
- Penyebab: Masalah overheat pada unit controller biasanya terjadi akibat beban kerja yang melebihi spesifikasi standar, seperti membawa beban berlebih atau penggunaan di medan tanjakan yang curam secara dipaksakan. Risiko lain berasal dari masuknya partikel air yang dapat memicu korsleting.
- Tips: Hindari memaksakan kendaraan membawa beban di luar batas maksimal, jangan memaksa kendaraan bekerja berat dalam waktu lama. Hindari penggunaan air bertekanan tinggi pada area yang berdekatan dengan unit controller.
3. Penurunan Performa Pada Dinamo
Dinamo motor listrik biasanya sangat awet, namun bisa mengalami penurunan performa.
- Penyebab: Masalah paling sering di Indonesia adalah air. Meski sudah dirancang tahan air, terlalu sering menerjang genangan air tinggi bisa membuat air masuk ke dalam magnet dan menyebabkan karat atau korsleting.
- Tips: Hindari genangan air yang mencapai setengah roda atau lebih, Jika terkena hujan deras, segera keringkan bagian roda dan area motor. Jika terasa ada suara tidak normal, segera lakukan pengecekan
4. Kabel atau Soket yang Longgar
Karena kendaraan sering melewati jalanan yang tidak rata atau berlubang, getaran dapat membuat koneksi listrik terganggu.
- Penyebab: Getaran terus-menerus membuat soket kabel kendor atau kabel terkelupas karena gesekan. Ini sering menyebabkan kendaraan tiba-tiba mati mendadak saat dijalan.
- Tips: Lakukan pengecekan jalur kabel, pastikan semua soket terpasang kencang. Segera ganti kabel jika terlihat terkelupas atau meleleh.
5. Ban dan Sistem Pengereman
Bobot kendaraan listrik cenderung lebih berat karena adanya baterai. Hal ini berdampak langsung pada komponen kaki-kaki.
- Penyebab: Ban lebih cepat halus dibandingkan kendaraan biasa, dan kampas rem lebih cepat aus karena harus menghentikan bobot kendaraan yang lebih berat.
- Tips: Selalu cek tekanan angin ban secara rutin. Ban yang kempes akan membuat motor bekerja lebih keras, yang ujung-ujungnya akan memboroskan baterai.
Perawatan kendaraan listrik tidak harus rumit atau mahal. Justru dengan memahami titik-titik rawan sejak awal, Anda bisa mencegah mogok mendadak, menghindari biaya perbaikan besar, dan memperpanjang usia kendaraan secara signifikan.
Ingat, kendaraan listrik dirancang untuk efisien dan tahan lama—asal digunakan dan dirawat dengan benar. Sedikit perhatian hari ini bisa menjadi investasi kenyamanan bertahun-tahun ke depan.




